Anak diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai titipan supaya diperlakukan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Dalam proses pendewasaan anak mengalami proses yang harus dilalui
baik secara internal maupun eksternal. Apalagi anak memasuki proses beradaptasi dengan lingkungan maupun sosial banyak hal-hal yang belum mampu di pahami anak yang memerlukan bimbingan orang tua . Tindak pemaksaan sedini mungkin harus dihindari. Beberapa cara yang bisa dipakai orang tua di bawah ini:
1. Ganti hukuman yang bersifat negatif dengan dukungan positif .
Orang tua sepatutnya mengawasi prilaku anak serta menekankan dengan benar tentang prilaku yang sepatutnya bahwa mereka akan diberi hadiah sebagai ganti dari hukuman apa yang akan terima jika mereka berlaku tidak benar .
2. Mengambil metode penghargaan.
Orang tua seharusnya memperhatikan apa yang ingin diekspresikan kepada anak-anaknya, kemudian menjelaskan dengan sabar serta lembut bagaimana perasaan orang tua terhadap tindakan dan tingkahlakunya .
3. Sengaja mengabaikan merupakan hukuman terbaik .
Sebenarnya yang paling diharapkan anak adalah perhatian dan kepedulian orang tua .
Membuat prilaku tidak menyenangkan mungkin dilakukan anak karena prestasinya tidak mendapat pujian . Orang tua dapat mengucapkan kata pendek kemudian mengabaikan . Hal itu bertujuan merehabilitasi , namun orang tua tidak akan mentolerir tindakan yang dapat melukai dirinya sendiri atau pun orang lain .
4. Gunakan bahasa anak .
Berbicaralah dengan cara yang anak lakukan . Gunakan contoh dari kehidupan sehari-hari anak. Ketenangan dan bersifat terbukan diperlukan . Karena semakin anda marah, menarik dri atau bersikap permusuhan maka semakin sulit membuat anak anda ingin mendengan saran anda . Ketika berbicara dengan anak pikirkan apa saja yang anda atau anak katakan .
5. Beri penilaian bersifat objektif
Beri pujian atas prestasi dan kerja keras anak , sekecil apa pun . Dan bila anak gagal atau salah dalam bertindak , ingatkan bahwa setiap tindakannya mempunyai resiko dan harus ditanggungnya sendiri .